slider

 Cake with Icing Sugar  Barbie Cake & Hello Kitty  Cheese Cake & African Gateu  Baby Cupcake, Christmas Cupcake & Cupcake Bouqette  Chiffon Pandan & Cheese Brownies  Cheese Button, Biscotti, Icing Sugar Cookies Apple Pie, Chocolate Cheese Pie & Blueberry Cheese Pie Cinnamon Bread & Pizza Kue Ku, Bakpia, Onde Onde Danish Pastry, Apple Struddle, Roomhorn Orange Wedding Cake Lapis Legit, Lapis Surabaya, Brownies Kukus

Sunday, May 24, 2015

Pudding Roti




Ini melanjutkan cerita yang kemarin, yang kebanyakan beli roti tawar, yang separuh untuk puding roti agar agar, yang separuh untuk puding roti yang lain.

Selama ada kayumanis, hmmm baunya wangi banget.
Rasanya lembut dan gurih ... dimakan anget anget enak sekali.

Resepnya aku ambil dari sini

Bahan :
- 2 lembar roti tawar, potong kotak (kira2 150 gr roti tawar)
- 2 butir telur
- 65 gr gula pasir , aku kurangi gulanya
- 240 ml susu cair (bisa dikurangi menjadi 200 ml, bila ingin puding yg teksturnya lebih padat)
- 1/2 sdt kayu manis bubuk 

Taburan : 
1 sdm kismis , he he aku nggak punya
aku tambahkan pisang di atasnya dan horee cocok, enak.
aku tambahkan almond slice juga

Cara Membuat :
- Aduk telur dan gula, gunakan ballon whisk hingga gula larut, tuangi susu sedikit demi sedikit sambil tetap diaduk hingga rata, saring, beri kayu manis bubuk. Aduk rata.
- Menggunakan pinggan tahan panas, atur roti tawar berbaris rapi. Siram dengan adonan susu sambil ditekan-tekan dengan garpu, biarkan roti terendam.
- Taburi kismis dan almond slice secara acak. 
- Panggang dalam oven 180 deg C selama 38-45 menit atau hingga matang.
- Angkat, dinginkan dan sajikan

Pudding Art - Happy Anniversary



Tidak biasanya membuat bunga bunga yang berwarna warni, tetapi menyenangkan ketika dicoba :-)

Puding Marmer Roti Agar Agar






2 hari lalu beli roti tawar di kantor, eee malah ketinggalan di locker.
Kemarin lupa kalau masih ada roti tawar di locker, tukar kupon di kantor, roti tawar lagi.
Jadi pagi tadi ada 2 onggok roti tawar.

Pulang lari pagi (dan makan bubur jalan Tanjung), antar suami donor darah, lari ke dapur langsung bawa susu mau buat puding roti.
Pingin makan yang dingin dingin.

Rasanya lembut, meski sepertinya aku kelebihan rotinya jadi agak kenyal, tetapi tetap enak he he.

Ini dia resepnya saya ambil di sini.

Puding Marmer Roti Agar-Agar

Bahan-bahan :
- 1 bungkus agar agar bubuk plain / bening ( 7 gr)
- 250 ml susu cair
- 350 ml air
- 2 lembar roti tawar, potong-potong
- 100-125 gr gula pasir (atau sesuai selera)
- 1-2 sdm coklat bubuk, yang dilarutkan dengan sedikit air hangat.

Cara Membuat :
- Blender roti tawar bersama susu cair dan air hingga lembut dan halus.
- Tuang ke dalam panci, tambahkan agar-agar bubuk dan gula pasir, aduk rata.
- Masak sambil diaduk-aduk hingga mendidih. Adonan akan sedikit mengental.
Setelah meletup-letup, matikan api.
- Ambil 2 sendok sayur adonan, campur dengan dengan larutan coklat hingga merata.
- Tuang adonan putih di loyang yang sudah dibasahi sebelumnya. Kemudian tuang adonan coklat secara acak diatas adonan putih, buat motif marmer dengan bantuan sumpit.
- Diamkan puding hingga mengeras. Masukkan ke dalam lemari pendingin.
Potong-potong dan sajikan dingin-dingin


Saturday, May 23, 2015

Moist Banana Cake




Wanginya memenuhi rumah begitu diangkat dari oven.
Wangi pisang, kayumanis, brown sugar menjadi satu.
Seperti wangi aroma therapy .... hmmmm.

Lumer di mulut bila dimakan saat hangat, lembut dan manis.
Membuat setiap minggu nggak bosan bosan.

Dimakan dingin dingin juga enak sekali.

Dan yang aku suka, kalau pisangnya tidak sangat sangat lembut, jadi waktu digigit kadang terasa pisangnya ... yummy.

Resepnya aku ambil dari sini

Bahan:
-  115 g  butter
-  200 gr gula (aku ganti dengan brown sugar)
 2 butir telur 
-  1/2 sdt vanilla 
-  250 gr tepung terigu protein sedang / rendah
-  1/2 sdt soda kue 
-  300 gr pisang, hancurkan dengan garpu 
-  62,5 ml buttermilk
- aku tambahkan kayu manis supaya tambah wangi :-)

Cara membuat:
-  Panaskan oven 180'C
-  Siapkan loyang diameter 20 cm, oles margarin dan alasi kertas roti (aku pakai loyang brownies)
-  Campur dan ayak, tepung terigu dan soda kue. Sisihkan.
-  Kocok butter dan gula hingga lembut. Tambahkan vanilla dan telur satu persatu, kocok hingga rata.
-  Masukkan tepung terigu, aduk hingga rata
-  Masukkan pisang dan buttermilk. Aduk rata.
- Tuang ke dalam loyang dan panggang hingga matang. Lakukan test tusuk
Angkat dan biarkan hangat baru dipotong-potong 

Sunday, May 17, 2015

Caramel Custard Pudding




Pudding ini, lembutnya membelai.
Manis, gurih, menyatu.
Resepnya dari Live Journal.


Bahan:

Karamel:
- 50 gr gula pasir
- 2 sdm air panas

Custard:
- 200 ml susu cair
- 10 gr gula pasir
- 1/2 sdt vanila
- 1 butir telur
- 2 butir kuning telur
- 30 gr gula pasir

Cara membuat:
1. Panaskan oven pada suhu 150C. Oles tipis cetakan puding dengan margarin / butter
2. Karamel : lelehkan gula dalam panci dengan api sedang sampai kecoklatan dan agak mendidih. Tambahkan air panas dan angkat dari kompor. Tuang ke dalam cetakan sebanyak 1 sdt. Tidak perlu sampai menyebar rata, karena nanti dia akan meleleh sendiri pada saat dipanggang
3. Panaskan susu dan gula pasir dengan api sedang sampai mendidih. Angkat, masukkan vanila, sisihkan
4. Kocok telur dan gula asal larut saja, masukkan susu cair, aduk rata dan sarin
5. Tuang ke dalam cetakan lalu taruh di alas berisi air panas dan panggang selama 25 - 30 menit.
6. Angkat, dinginkan. Hasil 6 buah.


Sunday, May 10, 2015

Sakura - Indonesian Traditional Food

Karena sudah ada banana cake, untuk teman minum teh dan kopi pingin jajanan pasar saja. Bolak balik buku resep, dan ingat beberapa kali membuat karamel dan  yang kesekian kalinya pahit melulu, jadilah memutuskan "Sakura".
Asyik, kali ini hanya butuh "dua" kali dan berhasil membuat karamelnya.
Tetapi sepertinya saking takutnya gosong, jadi agak kurang coklat jadinya ,,,, ha ha  , sakuranya kayak habis jatuh, agak pucat gitu.
Mana cetakannya nggak punya, jadi deh pakai cetakan putu ayu.
Tetapi dari rasa enak kok, nggak kemanisan.
Sore yang menyenangkan ....^_^



Resepnya dari buku Sedap

Bahan:
- 4 butir telur
- 125 gr gula pasir
- 1 sdt emulsifier
- 150 gr tepung terigu protein sedang
- 1 sdt kayumanis bubuk
- 1/2 sdt bp
- 1/4 sdt soda kue

Bahan karamel :
- 50 gr gula pasir
- 75 ml air hangat
- 40 gr margarin lelehkan
- 3 sdm susu kental manis




Cara membuat :

1. Karamel, gosongkan gula pasir. Tambahkan air hanyat. Aduk sampai gula larut. Dinginkan
2. Masukkan margarin lelh dan susu kental manir. Aduk rata. Sisihkan
3. Kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu, kayumanis bubuk, bp, dan soda kue sambil diayak dan diaduk rata
4. Masukkan karamel sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Tuang adonan ke dalam cetakan sakura hingga 3/4 tinggi cetakan
5. Kukus di atas api sedang 10 menit sampai matang

Saturday, May 2, 2015

Princess Hello Kitty - Birthday Cake

Ha ha, kata ayahnya yang pesan cakenya tidak boleh dipotong dan tidak boleh dimakan ^o^.





Putu Ayu - Indonesian Traditional Food

Minggu lalu ke pasar, lihat tukang serut kelapa, tiba tiba terlintas pingin buat Putu Ayu.
Bolak balik resep, akhirnya aku memilih resep dari buku Sedap.
Semula ingin membagi hasilnya dengan tetangga, ternyata setiap diangkat dari kukusan langsung ludes.

Rasanya gurih, karena ada kelapa serutnya juga karena menggunakan santan untuk lemaknya.
Hmm cocok untuk cemilan sepanjang hari.




Bahan alas:
- 250 gr kelapa parut
- 1/4 sdt garam

Bahan:
- 3 butir telur
- 100 gr gula pasir
- 50 gr tepung beras
- 100 gr tepung terigu protein sedang
- 0 ml air daun suji dari 20 lembar daun suji dan 2 lembar daun pandan
- 50 gr santan kental instan
- 1/4 sdt garam

Cara membuat:
1. Aduk rata bahan alas
2. Tata kelapa di dasar cetakan putu ayu yang dioles tipis minyak. Tekan tekan sedikit supaya agak padat
3. Kocok telur dan gula pasir sampai mengembang
4. Masukkan tepung beras dan tepung terigu sambil diayak, bergantian dengan campuran air daun suji, santan instan, dan garam sambil diaduk rata
5. Tuang adonan ke dalam cetakan yang beralas kelap sampai penuh
6. Kukus di atas api sedang 10 menit sampai matang

Saturday, April 11, 2015

Soft Bread




Roti ini sering aku buat, sebagai pengganti roti tawar, sangat enak dan lembut.
Tidak ada pengawet, pengembang, hanya ragi yang diperlukan.
Sehingga tentu lebih sehat untuk anak anak.

Resepnya ada di link ini.

My Office Kick Off Celebration



Its very fun to be part of my office celebration.
This cake is special, since this is the first time I use multi layered icing sugar.
Need longer time but worth it.

Saturday, April 4, 2015

Poffertjes - Dutch Mini Pancake Puffs





Poffertjes are a traditional Dutch batter treat. Resembling small, fluffy pancakes, they are made with yeast and buckwheat flour. Unlike American pancakes, they have a light, spongy texture. Typically,poffertjes are served with powdered sugar and butter, and sometimes syrup.

I took this recipe from this link.


Bahan:
- 150 gr tepung terigu protein rendah
- 100 gr tepung terigu protein tinggi
- 1 sdt ragi instant
- 50 gr gula pasir
- 3 kuning telur kocok lepas
- 375 ml susu cair suhu ruang
- 1/2 sdt vanila
- 1/4 sdt garam
- 1/2 sdt baking powder
- 50 gr butter / mentega, lelehkan

Topping
- Butter / mentega, lelehkan untuk olesan
- Gula halus untuk taburan

The Material:
- 150 gr flour low protein
- 100 grams of high-protein flour
- 1 tsp instant yeast
- 50 g sugar
- 3 egg yolks beaten off
- 375 ml of liquid milk at room temperature
- 1/2 tsp vanilla
- 1/4 teaspoon salt
- 1/2 tsp baking powder
- 50 g butter / butter, melted

Topping
- Butter / butter, melted to spread

- Refined sugar for topping

Cara membuat:
- Ayak terigu, tambahkan ragi instant dan gula, aduk rata
- Campur kuning telur dan susu, aduk rata. Tuang sedikit demi sedikit ke campuran terigu dan aduk dengan whisk sampai halus dan licin. DIamkan 20 - 30 menit
- Masukkan vanila, garam, baking powder dan mentega leleh, aduk rata
- Panaskan cetakan, dan masukkan adonan ke dalam cetakan (pakai setengah lubang cetakan yang ada. Kalau lubangnya ada 10, pakai 5 saja). Biarkan matang.
- Setelah itu masukkan adonan di lubang sisanya, biarkan 1/2 matang. 
- Lalu adonan yang sudah matang, ditaruh di atas adonan yang 1/2 matang. Bolak balik dengan tusuk sate
- Angkat, oles dengan mentega leleh dan taburi dengan gula halus 

How to make:
- Sift the flour, add the instant yeast and sugar, stir well
- Mix the egg yolks and milk, stir well. Pour slowly into the flour mixture and stir with a whisk until smooth and slippery. Let stand 20-30 minutes
- Enter the vanilla, salt, baking powder and melted butter, mix well
- Heat the mold, and put the dough into the mold (use half the existing mold hole. If there are 10 holes, use 5 only). Let mature.
- Then fill in the holes remaining dough, let 1/2 ripe.
- Then the dough that has been cooked, put on the dough 1/2 ripe. Alternating with a skewer

- Lift, smear with melted butter and sprinkle with powdered sugar


Sunday, March 22, 2015

Indonesian Batik Roll Cake - Selendang Gendong / Emban





Resep dapat diambil dari sini.

Jarik (jawa)/ gendongan batik adalah sejenis kain batik berukuran panjang membentang serta digunakan untuk menggendong bayi/anak kecil.

Zaman sekarang, bisa jadi para ibu muda sudah enggan menggunakannya, dan telah beralih ke gendongan modern yang lebih populer.


Indonesian Batik Roll Cake - Batik Jawa Hokokai









Resep dari dilihat di sini.

BATIK DJAWA HOKOKAI diambi dari link ini.
sumber : Ibu Tumbu Astiani Ramelan dan lainnya
Pada era Pendudukan Jepang 1942-1945 semua material atau bahan dasar untuk membuat Batik sangatlah sulit didapat. Maka berkembanglah Batik yang disebut denga Batik Djawa Hokokai.
Hokokai adalah nama suatu perkumpulan orang-orang Jepang yang berada di Djawa, dibentuk oleh Pemerintahan Jepang untukk mewujudkan  Asia Makmur. Perkumpulan inilah yang semula memesan Batik pada pengrajin Batik dengan ragam hias tertentu yang kemudian dikenal dengan nama Batik Djawa Hokokai. Orang Jepang memesan Batik untuk memberikan kenang-kenangan bagi orang-orang yang dianggap berjasa.
Namun menurut Iwan Tirta dalam bukunya ‘A Play of Light and Shade’ para juragan batiklah yang memperkenalkan ragam hias tersebut untuk mengambil hati Penguasa Jepang.
Batik Djawa Hokokai merupakan Batik Tulis yang mempunyai ragam hias yang kaya dan isen-isen yang rumit serta tata warna yang banyak. Disaat itu kain mori sangatlah langka, maka Batik Djawa Hokokai dibuat kain panjang dengan pola pagi sore atau pada satu kain panjang ada 2 ragam hias yang berbeda, dengan maksud agar dapat digunakan pada dua acara yang berbeda.
Ragam hias yang dipakai dalam Batik Djawa Hokokai ini adalah motif batik tradisional Jawa seperti parang, kawung, sido mukti dll dan sebagai latar menggunakan ragam hias bunga sakura, bunga krisan, bunga dahlia, bunga anggrek dan lainnya baik dalam bentuk buketan ataupun lung-lungan.
Yang menarik dari Batik Djawa Hokokai adalah adanya motif kupu-kupu seperti dalam cerita rakyat Cina Sam Pek Eng Tay yang melambangkan cinta sejati dan burung merak sebagai lambang keanggunan dan keindahan. Dan yang menarik adalah bagaimana mengkomposisikan adegan perlambang kisah cinta ini, adanya dua puncak gunung dimana pada puncaknya terdapat dua burung merak yang kemudian sebagai perlambang cinta abadi Sam Pek dan Eng Tay muncullah kupu-kupu berterbangan dari lembah kedua gunung itu, indah sekali.
Warna pada Batik Djawa Hokokai sangatlah menarik, disesuaikan dengan warna-warna yang digunakan pada kimono Jepang seperti  kuning, biru turqoise, merah, merah muda, lembayung dan warna-warna serah lainnya.
Yang menarik pada Batik Djawa Hokokai adalah adanya  susimoyo atau ragam hias pada kedua pojok menyambung ke  sisi vertikal dan sisi horizontalnya, mirip dengan kimono Jepang.
Batik Djawa Hokokai memang hanya diproduksi dalam waktu yang sangat singkat tahun 1942-1945 oleh karena itu tidaklah terlalu banyak kita temukan kolektor yang masih memiliki Batik ini.
Setelah Jepang meninggalkan Indonesia muncullah Batik Djawa Baroe yang menghasilkan Batik mirip denga Batik Djawa Hokokai dengan ragam hias yang lebih sederhana disesuaikan dengan selera orang Djawa, seperti jelamprang, nitik, tirto tejo dan lainnya bahlan kadang-kadang memakai kepala atau tumpal.
Batik Djawa Hokokai ini kemungkinan besar hanya dikerjakan oleh pembatik di Pekalongan pada saat itu.
Namun saat ini agak sulit meminta pembatik untuk membuat repro dari Batik Djawa Hokokai, ini menunjukan betapa tingginya seni dan teknik pembuatannya sehingga pembatik masa kini tidak sanggup mengerjakannya.