slider

 Cake with Icing Sugar  Barbie Cake & Hello Kitty  Cheese Cake & African Gateu  Baby Cupcake, Christmas Cupcake & Cupcake Bouqette  Chiffon Pandan & Cheese Brownies  Cheese Button, Biscotti, Icing Sugar Cookies Apple Pie, Chocolate Cheese Pie & Blueberry Cheese Pie Cinnamon Bread & Pizza Kue Ku, Bakpia, Onde Onde Danish Pastry, Apple Struddle, Roomhorn Orange Wedding Cake Lapis Legit, Lapis Surabaya, Brownies Kukus
Showing posts with label Indonesian. Show all posts
Showing posts with label Indonesian. Show all posts

Sunday, May 10, 2015

Sakura - Indonesian Traditional Food

Karena sudah ada banana cake, untuk teman minum teh dan kopi pingin jajanan pasar saja. Bolak balik buku resep, dan ingat beberapa kali membuat karamel dan  yang kesekian kalinya pahit melulu, jadilah memutuskan "Sakura".
Asyik, kali ini hanya butuh "dua" kali dan berhasil membuat karamelnya.
Tetapi sepertinya saking takutnya gosong, jadi agak kurang coklat jadinya ,,,, ha ha  , sakuranya kayak habis jatuh, agak pucat gitu.
Mana cetakannya nggak punya, jadi deh pakai cetakan putu ayu.
Tetapi dari rasa enak kok, nggak kemanisan.
Sore yang menyenangkan ....^_^



Resepnya dari buku Sedap

Bahan:
- 4 butir telur
- 125 gr gula pasir
- 1 sdt emulsifier
- 150 gr tepung terigu protein sedang
- 1 sdt kayumanis bubuk
- 1/2 sdt bp
- 1/4 sdt soda kue

Bahan karamel :
- 50 gr gula pasir
- 75 ml air hangat
- 40 gr margarin lelehkan
- 3 sdm susu kental manis




Cara membuat :

1. Karamel, gosongkan gula pasir. Tambahkan air hanyat. Aduk sampai gula larut. Dinginkan
2. Masukkan margarin lelh dan susu kental manir. Aduk rata. Sisihkan
3. Kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu, kayumanis bubuk, bp, dan soda kue sambil diayak dan diaduk rata
4. Masukkan karamel sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Tuang adonan ke dalam cetakan sakura hingga 3/4 tinggi cetakan
5. Kukus di atas api sedang 10 menit sampai matang

Saturday, May 2, 2015

Putu Ayu - Indonesian Traditional Food

Minggu lalu ke pasar, lihat tukang serut kelapa, tiba tiba terlintas pingin buat Putu Ayu.
Bolak balik resep, akhirnya aku memilih resep dari buku Sedap.
Semula ingin membagi hasilnya dengan tetangga, ternyata setiap diangkat dari kukusan langsung ludes.

Rasanya gurih, karena ada kelapa serutnya juga karena menggunakan santan untuk lemaknya.
Hmm cocok untuk cemilan sepanjang hari.




Bahan alas:
- 250 gr kelapa parut
- 1/4 sdt garam

Bahan:
- 3 butir telur
- 100 gr gula pasir
- 50 gr tepung beras
- 100 gr tepung terigu protein sedang
- 0 ml air daun suji dari 20 lembar daun suji dan 2 lembar daun pandan
- 50 gr santan kental instan
- 1/4 sdt garam

Cara membuat:
1. Aduk rata bahan alas
2. Tata kelapa di dasar cetakan putu ayu yang dioles tipis minyak. Tekan tekan sedikit supaya agak padat
3. Kocok telur dan gula pasir sampai mengembang
4. Masukkan tepung beras dan tepung terigu sambil diayak, bergantian dengan campuran air daun suji, santan instan, dan garam sambil diaduk rata
5. Tuang adonan ke dalam cetakan yang beralas kelap sampai penuh
6. Kukus di atas api sedang 10 menit sampai matang

Sunday, March 22, 2015

Indonesian Batik Roll Cake - Selendang Gendong / Emban





Resep dapat diambil dari sini.

Jarik (jawa)/ gendongan batik adalah sejenis kain batik berukuran panjang membentang serta digunakan untuk menggendong bayi/anak kecil.

Zaman sekarang, bisa jadi para ibu muda sudah enggan menggunakannya, dan telah beralih ke gendongan modern yang lebih populer.


Indonesian Batik Roll Cake - Batik Jawa Hokokai









Resep dari dilihat di sini.

BATIK DJAWA HOKOKAI diambi dari link ini.
sumber : Ibu Tumbu Astiani Ramelan dan lainnya
Pada era Pendudukan Jepang 1942-1945 semua material atau bahan dasar untuk membuat Batik sangatlah sulit didapat. Maka berkembanglah Batik yang disebut denga Batik Djawa Hokokai.
Hokokai adalah nama suatu perkumpulan orang-orang Jepang yang berada di Djawa, dibentuk oleh Pemerintahan Jepang untukk mewujudkan  Asia Makmur. Perkumpulan inilah yang semula memesan Batik pada pengrajin Batik dengan ragam hias tertentu yang kemudian dikenal dengan nama Batik Djawa Hokokai. Orang Jepang memesan Batik untuk memberikan kenang-kenangan bagi orang-orang yang dianggap berjasa.
Namun menurut Iwan Tirta dalam bukunya ‘A Play of Light and Shade’ para juragan batiklah yang memperkenalkan ragam hias tersebut untuk mengambil hati Penguasa Jepang.
Batik Djawa Hokokai merupakan Batik Tulis yang mempunyai ragam hias yang kaya dan isen-isen yang rumit serta tata warna yang banyak. Disaat itu kain mori sangatlah langka, maka Batik Djawa Hokokai dibuat kain panjang dengan pola pagi sore atau pada satu kain panjang ada 2 ragam hias yang berbeda, dengan maksud agar dapat digunakan pada dua acara yang berbeda.
Ragam hias yang dipakai dalam Batik Djawa Hokokai ini adalah motif batik tradisional Jawa seperti parang, kawung, sido mukti dll dan sebagai latar menggunakan ragam hias bunga sakura, bunga krisan, bunga dahlia, bunga anggrek dan lainnya baik dalam bentuk buketan ataupun lung-lungan.
Yang menarik dari Batik Djawa Hokokai adalah adanya motif kupu-kupu seperti dalam cerita rakyat Cina Sam Pek Eng Tay yang melambangkan cinta sejati dan burung merak sebagai lambang keanggunan dan keindahan. Dan yang menarik adalah bagaimana mengkomposisikan adegan perlambang kisah cinta ini, adanya dua puncak gunung dimana pada puncaknya terdapat dua burung merak yang kemudian sebagai perlambang cinta abadi Sam Pek dan Eng Tay muncullah kupu-kupu berterbangan dari lembah kedua gunung itu, indah sekali.
Warna pada Batik Djawa Hokokai sangatlah menarik, disesuaikan dengan warna-warna yang digunakan pada kimono Jepang seperti  kuning, biru turqoise, merah, merah muda, lembayung dan warna-warna serah lainnya.
Yang menarik pada Batik Djawa Hokokai adalah adanya  susimoyo atau ragam hias pada kedua pojok menyambung ke  sisi vertikal dan sisi horizontalnya, mirip dengan kimono Jepang.
Batik Djawa Hokokai memang hanya diproduksi dalam waktu yang sangat singkat tahun 1942-1945 oleh karena itu tidaklah terlalu banyak kita temukan kolektor yang masih memiliki Batik ini.
Setelah Jepang meninggalkan Indonesia muncullah Batik Djawa Baroe yang menghasilkan Batik mirip denga Batik Djawa Hokokai dengan ragam hias yang lebih sederhana disesuaikan dengan selera orang Djawa, seperti jelamprang, nitik, tirto tejo dan lainnya bahlan kadang-kadang memakai kepala atau tumpal.
Batik Djawa Hokokai ini kemungkinan besar hanya dikerjakan oleh pembatik di Pekalongan pada saat itu.
Namun saat ini agak sulit meminta pembatik untuk membuat repro dari Batik Djawa Hokokai, ini menunjukan betapa tingginya seni dan teknik pembuatannya sehingga pembatik masa kini tidak sanggup mengerjakannya.


 





Sunday, February 22, 2015

Indonesian Batik Roll Cake - Batik Tumpal Pekalongan




Resep dapat dilihat di sini.

Indonesian Batik Roll Cake - Batik Pesisir - Coastal Batik



Resep dapat dilihat di sini.

Pesisir Batik (Coastal Batik)


Pesisir batik is created and produced by several areas on the northern coast of Java and on Madura. As a consequence of maritime trading, the Pesisir batik tradition was more open to foreign influences in textile design, coloring, and motifs, in contrast to inland batik, which was relatively independent of outside influences. For example, Pesisir batik utilizes vivid colors and Chinese motifs such as clouds, phoenix, dragon, qilin, lotus, peony, and floral patterns.
  • Pekalongan Batik. The most famous Pesisir Batik production area is the town of Pekalongan in Central Java province. Compared to other pesisir batik production centers, the batik production houses in this town is the most thriving. Batik Pekalongan was influenced by both Dutch-European and Chinese motifs, for example the buketan motifs was influenced by European flower bouquet.
  • Cirebon Batik. Also known as Trusmi Batik because that is the primary production area. The most well known Cirebon batik motif is megamendung (rain cloud) that was used in the former Cirebon Kraton. This cloud motif shows Chinese influence.
  • Lasem Batik. Lasem batik is characterized by a bright red color called abang getih pithik (chicken blood red). Batik Lasem is heavily influenced by Chinese culture.
  • Tuban Batik. Batik gedog is the speciality of Tuban Batik, the batik was created from handmade tenun (woven) fabrics.
  • Madura Batik. Madurese Batik displays vibrant colors, such as yellow, red, and green. Madura unique motifs for example pucuk tombak (spear tips), also various flora and fauna images.
Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Batik#Sumatra

Saturday, February 21, 2015

Pisang Molen - Indonesian Pastry






Setelah beberapa lama tidak bisa bersantai di dapur, akhirnya hari ini bisa mencoba resep baru.
Rasanya melegakan, bisa melakukan lagi yang aku duka

Sudah beberapa saat penasaran dengan resep pisang molen, puff pastry asli Indonesia.
Sepertinya rumit, tetapi di resep ini ternyata tidak.
Resepnya aku ambil dari sini. Resepnya adalah miki Ariesta Mikdar Gunawan. Terimakasih sudah berbagi.

Bahan kulit A:
- 100 gr tepung terigu all purpose
- 1 sdm minyak goreng
- 80 gr margarin

Bahan kulit B
- 300 gr tepung terigu all purpose
- 50 gr gula halus / gula kastor
- 100 gr margarin
- 100 ml air dingin dari kulkas
- 1/4 sdt daram halus
- 1/4 sdt vanili bubuk

Bahan isi
- 10 buah pisang raja / tanduk yang manis, kukus, potong melintang 4 cm
- 100 gr keju cheddar potong 20 buah 
- 50 gr coklat beras / messes

Bahan olesan
- 1 butir telur kuning
- 1 sdm mentega cair

Cara membuat:
1. Adonan kulit A : campur semua bahan sampai rata, bagi 20, bulatkan
2. Adonan kulit B : campur semua bahan, uleni kalis dan bagi 20, bulatkan
3. Ambil 1 adonan B, gilas segiempat agak tipis, dan letakkan 1 adonan A di atasnya, lipat seperti amplop sampai adonan A tertutup, rapikan menjadi bulat kembali. Ulangi untuk 20 adonan.
4. Ambil 1 adonan (gabungan A dan B), tipiskan lagi menjadi persegi panjang, gulung dari sisi yang pendek, gilas tipis lagi dan ulang hingga 3 kali. Kerjakan untuk semua bulatan
5. Setelah selesai istirahatkan 30 menit
6. Panaskan oven suhu 180C dan oles loyang dengan margarin, beri kertas dan poles margarin lagi
7. Ambil 1 gulungan adonan, gilas tipis menjadi segiempat sama sisi, taruh pisang, messes, dan keju. Lipat seperti amplop, kerjakan sampai habis. 
8. Olesi permukaan dengan kuning telur
9. Panggang sekitar 60 menit , setelah matang, olesi dengan margarin cair tipis

Thursday, February 19, 2015

Indonesian Batik Roll Cake (Parang - Javanese Style)



Resep dapat dilihat di sini.

Refer to this link .
Parang rusak or in English literally defective big knife, is a traditional batik pattern from Special district of Yogyakarta. It is visualized as many defective parang (big knife) with diagonally format Indonesian batik patterns and designs, which refers to the attitude of the human perspective on the environmental landscape and life, expressed in forms stellar. Like plants, mountains, animals, rice fields, rivers, seas and icons of other ancient life. Believed, every pattern and designs that were created through behavior creator.

This design was created by Sultan Agung of Mataram (1613-1645) after a meditation on the South coast of Java. That said, inspiration comes from the phenomenon of large waves that break up rock and ruin. In the Java language, the term with a machete near the reef. Parang broken means broken or damaged reefs.


A. Parang barong tumaruntum
B. Parang gendreh, barong size 8 cm.
C. Parang klitik, barong size 4 cm
D. Parang klitik melik, barong size 2-3 cm









Uceng = the mouth of the bird as fire tongue. The leader’s tongue as a fire which can burn a lot of ppl.
Mustika= head
Tuding= hand. The leader’s hand can destroy ppl
Badan= body. The leader’s body which must be strong and healthy.
Sayap= wing. That means leader must be mobile and active
Intan= diamond and Ombak= wave. That means the leader works as on the wave, but when he does well, he’ll get diamond.



Batik Parang Rusak
The soldiers used this batik motif after the war to show to The King that they won.






Batik Parang Klitik, is the soft version of parang rusak batik which usually used by the Queen and the Princess
Batik Parang Curigo, curigo means suspicious. But anyway, it is usually used by the women to show their loyalty to their husbands
Parang rusak barong is special motif which just only the king and royal family. Ordinary people are not allowed to use parang rusak batik motif.





Saturday, December 13, 2014

Indonesian Batik Roll Cake (Madura Style)


Batik Roll Cake (Bake)

Adonan Motif:
- 2 buah telur
- 30 gr tepung maizena
- 40 gr tepung terigu
- 60 gr gula pasir
- 1 sdt emulsifier
- 2 sdm susu cair

Adonan Cake I:
- 5 kuning telur
- 50 gr gula pasir
- 50 ml minyak
- 75 ml susu cair
- 80 gr tepung terigu
- 20 gr tepung maizena
- 1/2 sdm emulsifier

Adonan Cake II:
- 5 putih telur
- 50 gr gula pasir
- 15 gr tepung maizena
- 1/2 sdt garam
- 1 sdm cuka

Cara membuat adonan motif:
1. Campur jadi satu adonan motif dan kocok dengan speed tinggi sampai kental, matikan mikser, dan tambahkan susu cair
2. Beri pewarna dan masukkan ke piping bag
3. Setelah selesai membatik simpan dalam freezer selama 8 menit

Cara membuat adonan cake I
1. Kocok kungin telur bersama gula pasir secara bertahap
2. Tambahkan SP, kocok sampai kental, turunkan kecepatan
3. Masukkan munyak, kemudian masukkan susu, kocok sampai rata
4. Masukkan tepung terigu dan maizena yang sudah diaduk rata dengan spatula

Cara membuat adonan cake II
1. Masukkan putih telur beserta garam, lalu kocok sampai berbus, tambahkan cuka
2. masukkan gula pasir secara bertahap dan kocok sampai softpeak
3. Tambahkan tepung maizena kemudian kocok hingga rata
4. Masukkan adonan ini ke adonan cake I. dan aduk hingga rata

5. Siapkan oven dengan panas 200C
6. Tuang adonan ke dalam loyang, panggang selama 10 - 12 menit
7. Keluarkan dari oven dan lepaskan cake dari loyang degan cara dibalik

Batik Roll Cake (Steam)

Adonan Motif:
- 2 buah telur
- 30 gr tepung maizena
- 40 gr tepung terigu
- 60 gr gula pasir
- 1 sdt emulsifier
- 2 sdm susu cair

Adonan Cake
- 6 kuning telur
- 4 putih telur
- 200 gr gula pasir
- 20 gr SP
- 1/2 sdt vanili bubuk
- 180 gr terigu protein rendah
- 20 gr maizena
- 1/2 sdt baking powder
- 100 ml susu cair
- 1/4 sdt garam
- 40 ml minyak

Cara membuat adonan motif:
1. Campur jadi satu adonan motif dan kocok dengan speed tinggi sampai kental, matikan mikser, dan tambahkan susu cair
2. Beri pewarna dan masukkan ke piping bag

Cara membuat adonan cake:
1. Siapkan kukusan dan mulai panaskan
2. Kocok telur, SP, gula pasir dan vanili sampai kental
3, Masukkan bahan kering, sambil diaduk setelah itu msukkan susu dan minyak
4. Kukus motif selama semenit dan tuang adonan cake lalu kukus lagi selama 10 menit
5. Setelah dingin, baru oles dengan butter cream


Adonan butter cream :
- 500 gr mentega putih
- 300 gr simple syrup
- 1/2 klg SKM
- pasta vanili secukupnya
- mikser dengan kecepatan tinggi sampai lembut


Wednesday, March 12, 2014

Pukis







Lihat resep pukis berseliweran, akhirnya nggak tahan juga.
Pergi ke Pasar Baru untuk cari pan cetakannya.
He he susah banget parkir di sana.
Tetapi demi pukis yang menul menul oke lah.

Resepnya dari ibu Fat, yang di sini.

Jadinya dari 1 resep ini banyak banget.
Baunya wangi, sampai tetangga tanya, baru buat  kue ya bu, wanginya ke mana mana ha ha ha.
Tetapi jadinya seneng, karena jadi banyak bisa bagi bagi ke tetangga samping dan depan rumah.
Katanya pukisnya  enak banget he he he.


Pukis is a traditional snack from Indonesia. This cake is made ​​of eggs, sugar, flour and coconut milk. The batter is then poured into molds and baked. 

Pukis can be said as a modification of waffle. We could have many variations by sprinkling of chocolate sprinkles, cheese, or nuts. Pukis has a distinctive shape and color. Its upper part is yellow and the bottom browned. 

Pukis is easily found in shops and street vendors in Indonesia. Because it could be found every where, it is rarely served during feasts.

Bahan A:

- 25 gr​ tepung terigu protein sedang
- 50 ml​ air
- 1 sdt​ ragi instan

Ingredients A: 
- 25 g cake flour 
- 50 ml of water 
- 1 tsp instant yeast

Bahan B:

- 3 btr​ telur
- 200 gr​ gula pasir
- 1/2 sdt vanilla
- 250 gr​ tepung terigu protein sedang
- 300 ml​ santan sedang
- 50 ml​ minyak goreng
- 1 sdt​ garam

Ingredients B: 
- 3 eggs btr 
- 200 gr sugar 
- 1/2 tsp vanilla 
- 250 g cake flour 
- 300 ml coconut milk
- 50 ml cooking oil 
- 1 teaspoon salt

Cara membuatnya:

- Campur Bahan A, aduk rata, diamkan 15 menit.

 - Di tempat lain, kocok telur, gula pasir dan vanilla hingga kental, masukkan adonan A, aduk rata.

- Masukkan juga bergantian tepung terigu dan santan yang telah diberi garam sambil diaduk hingga rata. Tuangkan minyak, aduk rata. Saring bila perlu. Diamkan selama 1 jam.

- Panaskan cetakan kue pukis, tuang adonan setengahnya saja. Biarkan hingga terlihat bersarang. Tutup. Matangkan. Angkat.


How to make it: 
-  Mix Ingredients A, stir, and set aside for 15 minutes. 
- In the other bowl, beat eggs, sugar and vanilla until thick, put ingredients A, mix well. 
- Put in  flour and milk that has been given salt, stir until blended. Pour oil and stir well. Filter if necessary. Set aside for 1 hour. 
- Heat the pukis cake mold, pour the batter half of it. When we could see the cake is "nesting", close it. Wait until perfectly cooked. Lift.


“I am submitting this post to Asian Food Fest: Indonesia  hosted by Alice from I Love. I Cook. I Bake                                           

Soto Kudus & Perkedel



Soto merupakan hidangan yang terkenal di Indonesia.
Soto adalah semacam sup yang rasanya segar.
Hampir setiap daerah di Indonesia, punya resep soto yang berbeda. Ada yang kuahnya tanpa santan, hanya mengandalkan kaldu sehingga rasanya ringan dan segar, ada yang berkuah santan sehingga rasanya legit.
Soto itu sendiri memiliki berbagai macam keunikan rasa. Untuk mengetahui ciri khas dari soto itu sendiri dari setiap daerah menggunakan nama kota atau daerahnya misalnya : soto lamongan, soto madura, soto kudus, soto semarang, soto bandung, dll.
Menurut Dennys Lombard, dalam bukunya Nusa Jawa: Silang Budaya, asal mula Soto adalah makanan Cina bernama Caudo, pertama kali populer di wilayah Semarang. Dari Caudo lambat laun menjadi Soto, orang Makassar menyebutnya Coto, dan orang Pekalongan menyebutnya Tauto bahkan beberapa tempat ada yang menyebutnya Sauto.
Soto juga merupakan campuran dari berbagai tradisi, baik dari tradisi cina maupun tradisi lokal yang mana bumbu dari soto tersebut di sesuaikan dengan lidah orang indonesia sehingga soto masih menjadi primadona makanan sampai sekarang. Isi dari soto identik dengan mie atau soun, daging ayam / daging sapi / daging kerbau, menggunakan perasan jeruk limau, bawang goreng, koya, dan tidak lupa manambahkan nasi.


Soto is a famous dish in Indonesia .
Soto itself is a kind of soup that is pretty light.
Almost every region in Indonesia has its own version of soto . 
Soto itself has a wide variety with unique flavors. Its usually named after the town or region it is originated, for example : Soto lamongan  , soto madura , soto kudus , soto semarang  , soto bandung , soto betawi etc. .
Soto betawi uses coconut mlik, while soto kudus uses chicken broth

According to Lombard Dennys, in his book "Java Nusa : Cross-Cultural", Soto is originally a Chinese food called Caudo , first popular in ​​Semarang, Central Java. From Caudo gradually it became Soto, finally called Coto in Makassar and Tauto in Pekalongan.
Soto is a mixture of various ingredients, the taste is adjusted to the tongue of Indonesians so that the soup is able to be the primadonna among foods until nowadays. The soup contains noodles, chicken / beef / buffalo meat, using lemon juice, fried shallots, koya (prawn crackers crumbs), and do not forget to add the rice .

Soto usually has a side dish, one of them is perkedel.
Perkedel is a Indonesia's very own fried mashed potato.

Bahan:
- 1 ekor ayam kampung, potong menjadi 8 bagian
- 2000 ml air
- 3 lembar daun salam
- 2 batang serai, ambil putihnya, memarkan
- 2 cm jahe, dimemarkan
- 3 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1/2 sdm gula pasir
- 2 sdm minyak untuk menumis


Ingredients: 
- 1 whole chicken, cut into 8 pieces 
- 2000 ml of water 
- 3 bay leaves 
- 2 stalks lemongrass, take the white part, crushed 
- 2 cm ginger, crushed 
- 3 1/2 tsp salt 
- 1/2 teaspoon pepper 
- 1/2 tbsp granulated sugar 
- 2 tablespoons oil for saute

Bahan bumbu halus:
- 8 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 2 cm kunyit bakar

Spices: 
- 8 shallots 
- 4 cloves of garlic 
- 2 cm turmeric fuel

Bahan pelengkap:
- 2 sdm bawang putih goreng, remahkan
- 150 gr taoge
- 2 batang seledri , iris halus
- 2 buah jeruk nipis potong potong
- 2 sdm kecap manis
- 6 buah perkedel kentang

Side dish: 
- 2 tablespoons fried garlic, crushed
- 150 gr bean sprouts 
- 2 stalks celery, thinly sliced 
- 2 pieces of chopped lemon 
- 2 tablespoons soy sauce 
- 6 pieces of fried mashed potato (perkedel)

Cara membuat:
1. Rebus ayam dalam air sampai mendidih. Ambil 1800 ml kaldunya. Didihkan lagi
2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun salam, serai dan jahe sampai harum
3. Tuang ke dalam rebusan ayam, tambahkan garam, merica, dan gula pasir. Masak sampai matang
4. Angkat ayam, suwir suwir , sisihkan
5. Sajikan kuah bersama pelengkap dan suwiran ayam

How to make: 
1. Boil chicken in water until the water boils. Take 1800 ml of the broth. Continue boiling
2. Heat the oil. Saute the spices, bay leaves, lemon grass and ginger until it smells nice
3. Pour in the chicken stew, add salt, pepper, and sugar. Cook until done 
4. Remove the chicken, shred it and set aside 
5. Serve soup with the shredded chicken

Bahan Perkedel:
- 500 gr kentang, potong potong, goreng
- 1 batang seledri, iris halus
- 2 sdm bawang merah goreng, memarkan
- 1 kuning telur
- 3/4 sdt garam
- 1/4 sdt gula pasir
- 1/2 sdt pala bubuk
- 1/4 sdt merica bubuk
- 1 butir telur, kocok lepas untuk pencelup
- minyak untuk menggoreng

Perkedel ingredients: 
- 500 g potatoes, cut into pieces, fried 
- 1 stalk celery, finely sliced 
- 2 tbsp fried red onion, crushed 
- 1 egg yolk 
- 3/4 tsp salt 
- 1/4 tsp sugar 
- 1/2 teaspoon nutmeg 
- 1/4 teaspoon pepper 
- 1 egg, beaten 
- Oil for frying


Cara membuat perkedel:
1. Haluskan kentang, tambahkan kuning telur. Masukkan seledri, bawang merah goreng, garam, gula, pala dan merica. Aduk rata
2. Ambil sedikit adonan kentang, bulatkan tipis, celup ke dalam telur
3. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai matang

How to make perkedel: 
1. Puree the potatoes, add egg yolks. Enter celery, fried shallots, salt, sugar, nutmeg and pepper. stir 
2. Take a little mixture of the potatoes, shape it thin and round, dip into the egg 
3. Fry in oil that was heated before, until well cooked


“I am submitting this post to Asian Food Fest: Indonesia  hosted by Alice from I Love. I Cook. I Bake